Kau Memanggilku Malaikat

Kau Memanggilku Malaikat Sebagai malaikat aku bisa menemui mereka di saat terakhir hidup mereka di beberapa tempat berbeda dalam waktu yang sama Aku bisa menghibur namun tak sepenuhnya mendorong mereka untuk tidak mati pad

  • Title: Kau Memanggilku Malaikat
  • Author: Arswendo Atmowiloto
  • ISBN: 9789792240931
  • Page: 211
  • Format: Paperback
  • Sebagai malaikat aku bisa menemui mereka di saat terakhir hidup mereka, di beberapa tempat berbeda, dalam waktu yang sama Aku bisa menghibur, namun tak sepenuhnya mendorong mereka untuk tidak mati pada saatnya Seorang istri yang setia, tulus, mengabdi pada suami, anak, serta menantunya, ingin mengetahui keberadaan suaminya Suami yang mempermalukan, merendahkan dengan mSebagai malaikat aku bisa menemui mereka di saat terakhir hidup mereka, di beberapa tempat berbeda, dalam waktu yang sama Aku bisa menghibur, namun tak sepenuhnya mendorong mereka untuk tidak mati pada saatnya Seorang istri yang setia, tulus, mengabdi pada suami, anak, serta menantunya, ingin mengetahui keberadaan suaminya Suami yang mempermalukan, merendahkan dengan mengawini adik menantunya ini, apakah selalu gembira seperti sebelumnya Seorang preman yang dibakar hidup hidup, pelan pelan, dikeroyok, dan tak mau dikasihani Seorang gadis penuh pesona, ditembak polisi karena menolak diperkosa Seorang pengemudi bis yang tahu kendaraannya kurang layak jalan, serta anak anak sekolah yang menumpang Juga, hampir saja, seekor ayam.Semua berjalan dengan baik dan memang begitulah sejak awal mula, sampai kemudian aku bertemu anak perempuan kecil, dipanggil Di Anaknya lucu, mengenaliku dengan baik, entah basah atau kering ketika hujan turun, bisa tetap berada di pangkuan kedua orangtuanya saat seharusnya meninggalkannya.Sejak ada Di, aku tak merasa sendirian Aku melihat sayap sayap malaikat dalam bentuk air mata, juga ketulusan.Kematian sesungguhnya sangat indah dan menyenangkan apa pun yang terjadi ketika masih hidup Tapi ternyata kehidupan juga penuh pesona Aku sempat tergoda.

    One thought on “Kau Memanggilku Malaikat”

    1. Apa perbedaan sikap dari malaikan maut saat mencabut nyawa seorang ibu yang berdedikasi tinggi terhadap keluarganya dengan seorang preman yang selama hidupnya hanya bergelimang dosa? “Tidak ada bedanya!” kata malaikat. Tak adanya perbedaan itu yang membuat malaikat berbeda dengan manusia, yang suka membeda-bedakan sesamanya. Hanya mau bergaul dan berinteraksi dengan mereka yang sama golongannya, yang sama agama dan kepercayaannya, yang sama sudut pandangannya.Menjemput – bukan mencabut – [...]

    2. 1988. apakah malaikat yang sudah berbicara pada adikku seminggu sebelum ia meninggal kecelakaan sehingga ia bertanya pada ibuku, "Mama, mati itu apa sih?"2000. apakah malaikat yang sudah meminta nenekku pamit sehingga ia bisa tersenyum ceria dari kursi rodanya, melambaikan tangan melepasku berangkat kuliah, dan tak bisa kutemui lagi sore hari hanya menemukan karangan2 bunga bertuliskan, Turut Berduka Cita.2010. apakah malaikat juga yang sudah menemui sahabat, rekan kerjaku Hana, sehingga ia teta [...]

    3. "Kau Memanggilku Malaikat" bercerita tentang seorang malaikat penjemput nyawa yang bertugas untuk menemui orang-orang yang akan meninggal. Kali ini dia bertemu dengan seorang istri yang tulus mengabdi pada suami, seorang gadis remaja yang tewas dibunuh karena menolak untuk diperkosa, seorang preman yang dibakar hidup-hidup, seorang pengemudi bis yang bisnya tidak layak jalan, dan juga seekor ayam. Dalam setiap pertemuannya dia bisa mengerti kegelisahan hati yang dimiliki tiap-tiap orang yang dit [...]

    4. wedhimedhihantukegaibanterlanjur gegabahawal itu akhir yang ga perlu ujungakhir itu awal yang ga perlu mulareview yg ga pernah objektif kan?begini saja aku kutipkan :"Siapa kau sebenarnya, Di?""Menurutmu siapa?""Di, apakah kau juga malaikat?""Kau yang memanggilku malaikat."DaHiDiAhAbadi'Ada sesuatu yang lain, yang bisa dilakukan tanpa menjadi mati.'TerimakasihSaya harus berulang membacanya lagiMakasih, Di

    5. kupikir memang seperti inilah ketika kita berangkat. dijemput, diberi pengetahuan untuk mengetahui dan memahami. karena pada saatnya, air mata, tawa, amarah, rasa, kebencian akan lebur menjadi samudera pengertian.tidak ada bedanya ketika seorang ibu tua yang baik hati, yang menjalani kehidupannya dengan penuh kesabaran, kerja keras dan dedikasi terhadap keluarga dan seorang preman yang semasa hidupnya menjadi teror, dengan seorang remaja korban pembunuhan berangkat menuju perjalanan mereka berik [...]

    6. Judul : Kau Memanggilku MalaikatPenulis : Arswendo AtmowilotoCopyright by Penerbit Gramedia Pustaka Utama, 2008Desain & ilustrasi sampul : Dito SugitoCetakan II : April 2009 ; 272 hlm ; ISBN 978-979-22-4093-1Ini adalah kisah tentang sosok 'malaikat' yang bisa dikatakan memiliki tugas mendampingi manusia-manusia yang sedang menjelang ajal. Sebagian menyebutnya sebagai Malaikat Pencabuk Nyawa, namun "ia" menyatakan diri sebagai pendamping untuk menemani makhluk fana dalam persiapan menujua dun [...]

    7. Saya menyukai alur cerita dan isi dari buku ini. Namun, saya kurang begitu suka dengan gaya bercerita Arswendo dalam buku ini yang menurut saya terlalu bertele-tele.

    8. I lost my younger brother to heart failure as a complication of the dengue fever he contracted a week before he passed away, last July of 2013. I bought this book around Easter the same year, way before learning that I wasn't going to see him again forever. At the time I bought the book, I remember now, I only thought of the famous author of this book, Arswendo, a familiar name from my teenage years gone by, and the sweet and neat book cover - I just had to have it! I had no idea at that time th [...]

    9. Jadwal kematian memang tidak bisa ditentukan oleh manusia, karena itu sudah menjadi agenda rahasia Sang Pencipta. Hidup manusia bisa berakhir kemaren, hari ini, atau besok, tanpa bisa diduga bahkan mungkin tanpa tanda-tanda. Bukankah itu salah satu misteri hidup, ketika kematian datang tanpa ada “appointment” terlebih dahulu? Ada yang hidupnya berakhir karena penyakit, ada juga yang karena kecelakaan. Bahkan ada yang meninggal sebagai korban tindak kriminal, namun ironisnya banyak juga yang [...]

    10. Sudah banyak novel yang mengangkat tema mengenai kematian. Ceritanya bemacam-macam, mulai dari pembunuhan, multilasi, hingga bunuh diri. Biasanya pula novel-novel yang bertemakan kematian ini adalah novel-novel misteri. Namun, juga bisa novel-novel sastra atau sastra pop. Biasanya nuansa yang ditimbulkan dari membaca novel tersebut adalah rasa ngeri dan memilukan.Namun, novel karya Arswendo Atmowiloto ”Kau Memanggilku Malaikat” ini tidak memberikan rasa mengerikan atau menyedihkan ketika mem [...]

    11. Semua orang pasti mati. Kita semua tahu itu. Yang kita belum tahu adalah malaikat yang kita temui saat ajal menjemput. Siapa dan seperti ada ia? Kali ini, Arswendo Atmowiloto memperkenalkannya pada kita."Benar kan, kau malaikat?""Kau biasa memanggilku begitu. Kalian biasanya menyebutku begitu." (2008:7)Si "Aku" adalah malaikat, yang datang menjemput setiap manusia menjelang proses kematian. Si "Aku" menolak prosesi penjemputan ini disebut sebagai sebuah tugas. Si "Aku" juga protes bila ia disebu [...]

    12. Thx to arswendo yg bs balikin mood baca gw, nemu lg satu author yg menarik minat gw dgn cerita2 sederhana dan pemikiran2 sederhana yg nyentil, yg terkadang ga terpikirkan saking ruwetnya beban pikiran memikirkan yg rumit2,padahal ada yg sederhana yg terlewatkan yg tyata bisa menyegarkan jiwa.Ini novel arswendo yg kedua yg dah gw baca,setelah horeluya [walopun ujungnya gantung,krn dah kburu diculik ma pihak2 tak bertanggungjawab tanpa ijin padahal lg nanggung:]Ide cerita antara keduanya menurutku [...]

    13. Menuliskan fiksi dengan tema "negeri langit" perlu pertimbangan matang. Karena tafsiran imajiner penulisnya akan dapt berhadapan langsung dengan orang/kelompok yang memahami perihal "negeri langit" sebagai wilayah yang sangat terjaga sumbernya. Arswendo bermain aman dalam bercerita tentang penghuni negeri langit (malaikat maut, sang tokoh)di buku ini. Sampai akhir cerita kita tidak akan menemukan icon dari satu agama tertentu yang melekat dalam identitas sang tokoh. AmanSebenarnya ini akan menja [...]

    14. buku Arswendo yang pertama kali kubaca. pertama mengenal dia lewat ACI dan keluarga cemara, lalu berlanjut dengan cerpen2nya di media.Kau Memanggilku Malaikat, berkisah tentang tokoh aku -si malaikat, yang bertugas untuk menjemput manusia jika sudah tiba waktunya, bisa di segala tempat juga cuaca. di sini diceritakan dia harus menjemput Ibu Tesarini yang demikian siap dan tenang menghadapi kematiannya, juga si Popon -preman pasar- yang mati terbakar, Ife yang hendak diperkosa dan mati dibunuh, D [...]

    15. Ini adalah buku Arswendo pertama yang aku baca. Sebelumnya aku gak tertarik sama buku-buku yang ditulis oleh pe-nyastra. Yang terkesan mendayu-dayu dan puitis.Tapi entah kenapa ketika melihat judul buku ini, aku langsung tertarik, dan tidak "ngeuh" dengan penulisnya Arswendo Atmowloto yang terkenal itu.Ketika akhirnya aku mulai membaca halaman pertama, Oh God! Arswendo sangat pintar dalam pemilihan katanya. Briliant!Kemudian bagaimana saya bisa ternganga dan percaya bahwa "sepertinya" Arswendo p [...]

    16. 3 bintang karena :1. buku hadiah door prize dari Mbak Roos, waktu pertama x datang di GRI, Minggu kemarin!! (termasuk priceless nich!!)2. gaya penceritaan & kata-kata yang terangkai, mengasyikkan. mengalir enak sekali, jadi langsung suka begitu membaca kata2 pembukanya, dan tidak terasa langsung selesai pada minggu malam itu juga.ya sudah itu saja kalau tentang isi-nya, saya cuma bisa bilang, agak sulit mengubah benak saya untuk menjadi se-kosong gelas yang siap diisi dengan cairan baru jadi [...]

    17. Buku ini merupakan sebuah perjalanan dan pembelajaran bahwa yang terlihat baik belum tentu akan berakhir baik dan yang buruk juga sebaliknya karena memang tidak ada yang pasti, bahkan malikat pun tidak menyadari bahwa gadis kecil itu juga malaikat. Dan setiap keinginan yang diperoleh tanpa sebuah usaha akan menjadikan kita cepat bosan karena kita tahu yang kita inginkan setelah tiada tidak akan berubah menjadi kenyataan, sehingga mempersiapkan segala sesuatu sebelum masa itu datang adalah sebuah [...]

    18. critanya sdikit menggelikan & manakutkan,bagai gambaran ketika kita merenggang nyawa & rasa sakit akan hal itu tergantung sikap kita saat bernafas ini,.a 4 kisah kalau tdk salah,.Ibu Tesarini, preman yg di bakar hidup" tp tetap saja dia tak kenal ampun, remaja yg di zolimi serta dibunuh polisi & pengemudi bus yg mengetahui bahwa kendaraannya tak layak jalan sampai anak" sekolah pun yg jadi korbanserta anak kecil yang saya bilang lucu di sini,karena pertanyaan yg dia ajukan ke malaika [...]

    19. Sejak awal sudah menemukan keasyikan cerita ini. Penokohan kompleks, meski tokoh-tokoh cameo ada yang terasa dipaksakan (perempuan pengebom jihad, ibu yang meracun tiga anaknya, sampai ayam yang melihat malaikat).Percakapan kadang membingungkan, akibat penggunaan tanda petik yang membingungkan (mau menjelaskannya saja saya bingung). Hal lain yang membingungkan adalah fakta tentang Di yang juga membingungkan si 'malaikat asli'.Secara keseluruhan, cerita berkembang baik. Meski alur maju-mundur, te [...]

    20. membaca buku ini seperti membaca puisi, ada bagian-bagian yang tak bisa dimengerti sepenuhnya atau diulas dengan pasti melalui kata-kataku sendiri, tapi bisa dinikmatkeindahannya. Pusat cerita ada di ending buku ini, yang begitu cepat bergerak dan membuka misteri dari buku ini. Tapi walau demikian nampaknya penggambaran "dimensi tanpa waktu" sepertinya dlanggar sendiri oleh si pengarang, saat tokoh Tesa harus "menunggu" (menunggu berarti ada dimensi waktu di dalamnya) si malaikat bertanya kepada [...]

    21. Buku ini membuatku jatuh cinta walaupun aku pernah baca buku terjemahan luar negeri yang ceritanya hampir mirip dengan buku ini. Aku tidak tahu siapa mempengaruhi siapa, tapi di luar itu semua, aku suka setiap adegan dan percakapan di buku ini. Menenangkan dan meneduhkan. Paragraf kesukaanku adalah "Kalau kesedihan bisa mengurangi kepedihan, kalau air mata bisa membasuh luka, kalau dendam menyalurkan yang terpendam, semuanya akan baik jadinya."

    22. Malaikat tidak punya perasaan, dia hanya memahami yang ingin dipahami. Tidak berharap apa-apa, namun bagaimana bisa memahami hidup yang dijalani manusia?Pretty interesting story. Sudut pandang manusia tentang malaikat yang diciptakan oleh Tuhan, mungkin tidak berhasrat, tidak menginginkan apa-apa. Tapi berubah karena seorang gadis kecil yang tingkah lakunya seperti malaikat.A little cheesy. Ah sepanjang apa sih akal manusia untuk memahami hidup? Apalagi hidup seorang malaikat.

    23. "pagi berlalu lagimembawa sisa-sisa rinduseperti mendung ituitu tanda langit rindu bumijangan cemburu pada hujan pagilebih baik kita berpeluksebab ketika berangkulanada kemesraan, ada kekuatan, ada kedamaian,ada kebersamaan, ada keberduaan,ada rasa kantuk, ada sedikit mabuk,ada kedamaian, ada rasa syukur,ada kedamaian, ada semuanya,termasuk cinta"(hlm. 116, puisi Bapak Di untuk Di)

    24. "Aku mengerti tapi tidak merasa." kata sang Malaikat."Malaikat yang baik, ijinkanlah aku menceritakan sedikit kisahku, walaupun sudah tidak berarti lagi." kata Ibu Rini sang istri yang baik hati."Aku pun membenci tubuh itu!" kata Popon sang penjahat."Saya berlama-lama di sini supaya Malaikat tahu, ada kehidupan seperti ini." kata Di anak kecil yang memikat sang Malaikat.Nah, kisah manakah yang akan memikat anda?

    25. Hmmmmmi buku pertama arswendo yang gw bacajadi gw gk bisa membandingkan dengan buku-buku beliau sebelumnya.Buku ini sangat menyentuh buat gwgk tau ya sehabis memabaca buku ini kok gw merasa bahwa kematian itu sesuatu yang sangat indah terharu saat malaikat bertemu dengan Di

    26. Buku ini menemani saya waktu sakit. Seorang teman tanya sama saya, "Kamu lihat malaikat, tidak?" Ha-ha, dikiranya saya mau mati. Karena di buku ini memang bercerita tentang malaikat yang datang sebelum kematian. Terlepas dari betul/tidaknya keberadaan malaikat ini, pada dasarnya manusia memang butuh teman bicara. Sayang, kesibukan kadang menjadi kita lupa dengan kebutuhan ini.

    27. "Bung Arswendo aaaahhh anda memang tahu apa yang ingin anda tulis. Bukumu ini bung, salah satu favorit saya yang tidak pernah bosan saya membacanya puluhan kaliBuku yang berhasil mengundang emosi pembacanya, adalah salah satu buku yang berhasil, bukumu ini salah satunya (minimal buat saya)"

    28. dia sang pencabut banyak nyawa dalam satu waktu,dia seperti air,angin,api slalu ada dimana saja namunya tetap satu,malaikat,,,,psikologi manusiapun berbeda beda menghadapi kematiannya berdasar pengarus latar belakang kehidupan,,buku menarik dg bahasa ringan,,,,

    29. Buku ini bercerita tentang apa yang kemungkinan akan kita rasakan setelah kehidupan. Di dalam buku ini terdapat banyak sekali kisah kematian. Semua diceritakan dengan sangat apik. Bahkan perpindahan ceritanya cukup menarik. Mengenai detailnya mungkin lain kali akan saya ceritakan.

    30. seharusnya mas Arswendo mencantumkan tulisan novel dewasanya di cover depan jangan di belakang (dengan huruf kecil), gambar anak perempuan di cover depan (mungkin ilustrasi dari Wedhi)bisa mengira ini bukan novel dewasa, soalnya kaget aja begitu baca di Bab 3

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *