One thought on “Mencari Sarang Angin”

  1. I really loved this bookOver all U must read this book terutama yang punya jiwa kewartawanan krn ini menceritakan ttg perjalanan seorang wartawan yg keluar dari lingkaran hidup darah birunya hanya untuk membuktikan diri bahwa Darwan bisa hidup tanpa bayang - bayang kemewahan keraton solonya,bener-bener bikin imajinasi gw jalan melayang -layang ke era zaman 45an, gw ngerasa ikut menjadi orang suroboyoan, ngerasa jd darah biru,gw menjadi seorang darwan,gimana desiran ciuman di bibir yayik,dengan l [...]

  2. If London has Dickens, Surabaya has Suparto Brata.Novel Mencari Sarang Angin ini merupakan sebuah bahan memori kolektif yang sangat berharga. Di situ kita yang tidak pernah mengalami Surabaya era tahun 1935-1949 dapat menggali topik sejarah lokal yang sangat manusiawi sajiannya. Berbeda dengan buku sejarah yang memiliki agenda politik , sebuah novel justru tidak bisa ditulis dengan muatan-muatan tersembunyi. Sejarah yang melatari kisah Darwan mencari "susuhane angin" merupakan sejarah jujur yang [...]

  3. So many values I can learn from this book.1. From Darwan: sabar, percaya, monogami (sekalipun menurut garis keturunan dia boleh melakukan bahkan sangat diizinkan untuk melakukan poligami), keteguhan hati, long life learner, always see the positive side, dan juga tentu sajan menulisnya yang bagus (wa andaikata ada beneran di dunia ini jadi pujaan deh buat aku apalagi ganteng, kaya :) )2. Yayi: nasionalis, keinginan yang kuat untuk mengentaskan masyarakat supaya bisa lebih baik, keteguhan hati, sm [...]

  4. Aku pernah baca buku ini sampai dua kali saking suka ceritanya. Sampai sekarang masih inget aja dan masih berminat baca lagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *