Materialisme Dialektis: Kajian tentang Marxisme dan Filsafat Kontemporer

Materialisme Dialektis Kajian tentang Marxisme dan Filsafat Kontemporer Keterangan dari sampul belakang Filsafat kontemporer tengah dilanda krisis Hegemoni pascamodernisme selama nyaris setengah abad kian memudar hari hari ini Ungkapan ungkapan seperti tak ada sesuatupun

  • Title: Materialisme Dialektis: Kajian tentang Marxisme dan Filsafat Kontemporer
  • Author: Martin Suryajaya
  • ISBN: 9791098085
  • Page: 280
  • Format: Paperback
  • Keterangan dari sampul belakang Filsafat kontemporer tengah dilanda krisis Hegemoni pascamodernisme selama nyaris setengah abad kian memudar hari hari ini Ungkapan ungkapan seperti tak ada sesuatupun di luar teks , realitas hanyalah efek diskursus , kebenaran hanyalah perkara kekuasaan dan pengutamaan pada Sang Liyan yang dulu diterima hampir setiap orang tanpa dipKeterangan dari sampul belakang Filsafat kontemporer tengah dilanda krisis Hegemoni pascamodernisme selama nyaris setengah abad kian memudar hari hari ini Ungkapan ungkapan seperti tak ada sesuatupun di luar teks , realitas hanyalah efek diskursus , kebenaran hanyalah perkara kekuasaan dan pengutamaan pada Sang Liyan yang dulu diterima hampir setiap orang tanpa dipertanyakan, kini mulai kehilangan daya analitiknya Orang mulai letih dengan repetisi frase frase semacam itu dan mulai mempertanyakan kembali segala yang dulu diyakini begitu saja sebagai iman pascamodern Muncul filsuf filsuf seperti Alain Badiou, Slavoj i ek dan Quentin Meillassoux yang menggugat dogma dogma dasar filsafat pascamodern Badai perdebatanpun mengiringi proses tumbangnya hegemoni pascamodern.Buku ini hadir tidak untuk meratapi tumbangnya hegemoni setengah abad itu, melainkan untuk memahami mengapa keruntuhan ini tak terelakkan Sebagai sebuah karya polemik, buku ini memuat kritik sistematik atas filsafat kontemporer dalam berbagai variannya, mulai dari dekonstruksionisme Derrida, fenomenologi Husserl, pascamarxisme Laclau Mouffe dan otonomisme Negri Hardt Kita akan mempelajari bagaimana filsafat kontemporer mengandung kontradiksi yang tak terpecahkan olehnya sendiri Kontradiksi itu menunjukkan kebuntuan pascamodernisme sekaligus kemestian bagi pelampauannya Buku ini berargumen bahwa materialisme dialektis adalah satu satunya solusi logis atas kontradiksi internal filsafat kontemporer Pelampauan atas krisis filsafat kontemporer hanya dimungkinkan melalui rehabilitasi materialisme dialektis atau filsafat Marxisme Dengan demikian, terbukalah suatu zaman baru dalam sejarah filsafat kontemporer Lewat pembongkaran kekeliruan cara berpikir yang melanda kaum intelektual dan aktivis gerakan sosial selama musim pascamodern, buku ini mencoba membangun paradigma dimana kebenaran objektif dan politik emansipatoris justru saling mengandaikan.

    One thought on “Materialisme Dialektis: Kajian tentang Marxisme dan Filsafat Kontemporer”

    1. keberanian argumentasiny patut diacungi jempol: berapi-api. pembabakannya pun ok: posisi, kritik. tapi 'serangannya' atas filsafat kontemporer seperti sabetan pedang game 'fruit ninja': kuat sekali kesan terburu-buru, tendensius, dan -sulit dihindari- salah bidik. contohnya ketika penulis mengkritisi 'autonomia'. buat sy, fokus 'relasi internal' terhadap teks Italia adalah seperti kita mengajak seorang pemain catur utk masuk dlm tim sepakbola. pemain catur dihakimi krn tdk bisa menendang dgn aku [...]

    2. Martin benar-benar melampaui ekspektasi saya. Dia menawarkan suatu pembacaan yang memproblematisasi filsafat kontemporer. Menurutnya, filsafat kontemporer (fenomenologi, strukturalisme, pascastrukturalisme/postmodernisme) mempunyai problem yakni penihilan realitas objektif. Tradisi filsafat sejak Husserl (fenomenologi) membuat realitas tak lebih dari korelat terhadap subjek sebagai kesadaran. Filsafat kontemporer, menurut pembacaan saya dari apa yang dikatakan Martin, adalah idealisme yang berse [...]

    3. Menurut Martin Suryajaya, filsuf muda dari Semarang yang sekarang mengelola Jurnal Problem Filsafat, kegalauan posmodernisme, berakar pada beberapa persoalan pokok yang diidapnya. Pertama, para pemikir posmo terjatuh ke dalam penyakit Hegelian yang disebutnya sebagai “doktrin relasi internal”. Menurut Martin, pada dasarnya, sejak “linguistic turn” hingga radikalisasinya di ujung alaf ini, pesohor-persohor posmo itu duduk di catatan kaki filsafatnya Hegel. Doktrin relasi internal berangka [...]

    4. Bukan buku filsafat yang mudah 'ditelan' bagi pemula seperti saya. Namun, Martin memberikan banyak argumen yang menarik, kokoh dan runut dalam bukunya ini. Saya, seringkali, harus bertanya ke Om Google setiap menemukan istilah dan frasa filsafat maupun sejarah saat saya membacanya. Itulah sebabnya saya butuh hampir tiga bulan untuk menyelesaikannya. But, it's worth it.

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *