Syukur Tiada Akhir: Jejak Langkah Jakob Oetama

Syukur Tiada Akhir Jejak Langkah Jakob Oetama Perjalanan Harian Kompas yang terbit pertama tanggal Juni dan didirikan oleh P K Ojong dan Jakob Oetama tak bisa lepas dari tiga titik balik yang menentukan Pertama keputusan Jakob

  • Title: Syukur Tiada Akhir: Jejak Langkah Jakob Oetama
  • Author: St. Sularto
  • ISBN: 9789797096014
  • Page: 210
  • Format: Paperback
  • Perjalanan Harian Kompas yang terbit pertama tanggal 28 Juni 1965 dan didirikan oleh P.K Ojong 1920 1980 dan Jakob Oetama tak bisa lepas dari tiga titik balik yang menentukan Pertama, keputusan Jakob Oetama siap memikul tanggung jawab menandatangani surat permintaan maaf, dini hari 5 Februari 1978 Kedua, keputusan Jakob Oetama memilih profesi jurnalistik sebagai panPerjalanan Harian Kompas yang terbit pertama tanggal 28 Juni 1965 dan didirikan oleh P.K Ojong 1920 1980 dan Jakob Oetama tak bisa lepas dari tiga titik balik yang menentukan Pertama, keputusan Jakob Oetama siap memikul tanggung jawab menandatangani surat permintaan maaf, dini hari 5 Februari 1978 Kedua, keputusan Jakob Oetama memilih profesi jurnalistik sebagai panggilan hidup Ketiga, kepergian P.K Ojong yang mendadak tanggal 31 Mei 1980, padahal selama ini urusan bisnis menjadi tanggung jawabnya, sementara urusan redaksi tanggung jawab Jakob Oetama Apa yang bakal terjadi andaikan Jakob Oetama tidak mengambil alih tanggung jawab Kompas mungkin akan tinggal nama, menjadi salah satu fosil korban pemberedelan Andai Jakob Oetama menjadi dosen dan dikirim mengambil program doktor di Universitas Leuven, Belgia atau University of Columbia, AS seperti yang dijanjikan, mungkin tidak akan lahir koran dengan terobosan terobosan mencerahkan, yang merupakan bagian dari usaha untuk sintas di bawah pemerintahan Soeharto Banyak pengandaian yang lain, yang jelas sekian suku usaha tumbuh dan berkembang di bawah nama Jakob Oetama, sosok sederhana yang lebih senang disebut wartawan daripada pengusaha yang selalu menyebut keberhasilan Kompas adalah berkat kerja keras, sinergi, dan karena diberkati Allah Seolah olah semua terjadi secara kebetulan, tetapi sebenarnya semua terjadi berkat penyelenggaraan Allah providentia dei Un journal cest un monsieur, koran itu bersosok, kata pepatah Prancis Karena sosok Jakob Oetama, Kompas pun bersosok Begitu pula sebaliknya Deus, gratias agimus tibi Tuhan, kami bersyukur pada Mu

    One thought on “Syukur Tiada Akhir: Jejak Langkah Jakob Oetama”

    1. Yang dapat saya ambil dari buku ini adalah "Kalau kita mengerjakan segala sesuatunya dimulai dengan pikiran yang benar maka dua indra kita akan mengikuti, yakni ucapan dan tindakan. Dan ketika dua indra tersebut bisa terlaksana, maka hasilnya adalah ketentraman hati. Itulah yang dimaksud Syukur tiada akhir, "

    2. Inspiring story from one of the founders of Kompas Gramedia. The writer has so much references for the material, so there a lot of story from many perspective. The downside I think that the way the story flow is rather confusing in some parts.

    3. Salah satu buku yang saya menyesal telah membelinya! Tidak selesai terbaca sampai sekarang. Pengukuhan sang tokoh dengan memajang buku ini di rak depan toko. Mengulas kehidupan Jakob Oetama sebagai lirihan otobiografi tanpa sengaja. Tetap saja saya menyesal membelinya!

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *