Proses Kreatif: Mengapa dan Bagaimana Saya Mengarang (Proses Kreatif,#2)

Proses Kreatif Mengapa dan Bagaimana Saya Mengarang Proses Kreatif Mengapa seseorang memutuskan untuk menjadi seorang pengarang Bagaimana dia mengail dan menggarap ilham hingga menjadi suatu karya Bagaimana proses terakhir sebelum karya itu dikirimkan ke salah satu m

  • Title: Proses Kreatif: Mengapa dan Bagaimana Saya Mengarang (Proses Kreatif,#2)
  • Author: Pamusuk Eneste Sutan Takdir Alisjahbana Julius R. Siyaranamual Arswendo Atmowiloto Subagio Sastrowardoyo A.A. Navis Trisnoyuwono Wildan Yatim
  • ISBN: 9789799101921
  • Page: 498
  • Format: Paperback
  • Mengapa seseorang memutuskan untuk menjadi seorang pengarang Bagaimana dia mengail dan menggarap ilham hingga menjadi suatu karya Bagaimana proses terakhir sebelum karya itu dikirimkan ke salah satu media atau penerbit Sebelas sastrawan Indonesia terkemuka mengisahkan proses kreatif mereka secara menarik Misalnya, bagaimana Sultan Takdir Alisjahbana berusaha mengerti waMengapa seseorang memutuskan untuk menjadi seorang pengarang Bagaimana dia mengail dan menggarap ilham hingga menjadi suatu karya Bagaimana proses terakhir sebelum karya itu dikirimkan ke salah satu media atau penerbit Sebelas sastrawan Indonesia terkemuka mengisahkan proses kreatif mereka secara menarik Misalnya, bagaimana Sultan Takdir Alisjahbana berusaha mengerti watak dan budaya orang Jepang selama mencipta roman Kalah dan Menang , atau kisah percakapan yang didengar A.A Navis hingga mengilhami cerpen Robohnya Surau Kami Terekam pula bagaimana Budi Darma mengembangkan imajinasinya hingga lahir Orang orang Bloomington , novel yang oleh beberapa kalangan dianggap mengerikan Bagaimana Putu Wijaya melahirkan Telegram , novel yang dianggap sebagai wujud sikapnya dalam menulis fiksi Atau perasaan macam apa yang dimiliki Arswendo Atmowiloto terhadap keluarganya hingga tergerak menulis novel Dua Ibu Sebelas kisah dalam buku ini sangat inspiratif dan menggugah bagi calon pengarang maupun pengarang muda Indonesia.

    One thought on “Proses Kreatif: Mengapa dan Bagaimana Saya Mengarang (Proses Kreatif,#2)”

    1. putu wijaya and arswendo atmowiloto's contributions are the funniest, the most ngawur and colourful. but the best advice comes from a.a. navis, who said this to motinggo busye, who was kissing his ass trying to get him to teach him how to write: "kamu kalau mau jadi pengarang yang berarti, lemparkan rasa rendah dirimu dulu." DAR!

    2. Buku ini bukan berisi 1001 tips cara mengarang yang baik dan benar dari para ahli, tapi buku layak baca yang berisi cerita proses kreatif yang dilakukan bahkan dilalui para penulis Indonesia sampai tercipta karya mereka yang abadi sampai sekarang. Menjawab "mengapa dan bagaimana" mereka mengarang, termasuk sumber bacaan dan tokoh panutan mereka."Menulis sastra baik berupa puisi maupun berupa roman lebih memberikan kepada saya perasaan kebahagiaan, sebab dalam sastra saya dalam keadaan seorang pe [...]

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *