Proses Kreatif: Mengapa dan Bagaimana Saya Mengarang (Proses Kreatif,#3)

Proses Kreatif Mengapa dan Bagaimana Saya Mengarang Proses Kreatif Menulis karya fiksi tidak bisa diajarkan tapi bisa dipelajari Karena itulah tiap sastrawan memiliki cara dan bentuk seni sendiri dalam proses kreatifnya Rendra misalnya percaya bahwa bentuk seni it

  • Title: Proses Kreatif: Mengapa dan Bagaimana Saya Mengarang (Proses Kreatif,#3)
  • Author: Pamusuk Eneste Saini K.M. B. Soelarto Toeti Heraty Ramadhan K.H. Y.B. Mangunwijaya Utuy Tatang Sontani Muhammad Ali
  • ISBN: 9789799101983
  • Page: 387
  • Format: Paperback
  • Menulis karya fiksi tidak bisa diajarkan, tapi bisa dipelajari Karena itulah tiap sastrawan memiliki cara dan bentuk seni sendiri dalam proses kreatifnya Rendra, misalnya, percaya bahwa bentuk seni itu tidak mutlak dan dogmatis, melainkan dinamis dan berkembang Rendra tidak mengabdi pada bentuk seni tertentu, dan merasa harus menguasai beragam daya seni unntuk melayaniMenulis karya fiksi tidak bisa diajarkan, tapi bisa dipelajari Karena itulah tiap sastrawan memiliki cara dan bentuk seni sendiri dalam proses kreatifnya Rendra, misalnya, percaya bahwa bentuk seni itu tidak mutlak dan dogmatis, melainkan dinamis dan berkembang Rendra tidak mengabdi pada bentuk seni tertentu, dan merasa harus menguasai beragam daya seni unntuk melayani kebutuhan dinamisme isi rohani dan pikirannya.Pelatuk penyentak sesorang untuk menulis pun berbeda beda Linus Suryadi AG, contohnya, mengakui bahwa ia menulis Pengakuan Pariyem karena merasa tertantang unntuk menulis puisi Indonesia yang panjang.Buku ini, jilid ketiga seri Proses Kreatif, menampilkan 12 pengarang terkemuka Indonesia Termasuk di antaranya adalah Y.B Mangunwijaya, penulis Burung burung Manyar dan Achdiat K Miharja, penulis Atheis Mereka berbagi pengalaman bagaimana menciptakan karya, menghadapi dan menyikapi tanggapan serta kritik terhadap karyanya.

    One thought on “Proses Kreatif: Mengapa dan Bagaimana Saya Mengarang (Proses Kreatif,#3)”

    1. Kalau ada satu hal yang saya sayangkan dari Proses Kreatif ini adalah cover dan judulnya. Mungkin karena terbitan tahun 1986 dan diterbitkan ulang tahun 2009, sehingga judul lamanya kurang 'catchy' di pembaca-pembaca saat ini. Sejujurnya saya sempat meng-'underestimate' buku ini. Saya iseng menemukannya di KGF dengan harga 10 ribu.heheTernyata dugaan saya salah besar! buku ini kereen sekali!:)Bukan berisi tips-tips untuk menulis (seperti yang saya kira sebelumnya), justru editor menyuguhkan berb [...]

    2. merasa tertampar saat membaca buku ini. Untuk apa saya menulis? menyenangkan orang? orang yang mana? atau untuk memuaskan diri sendiri?mencoba mengerti siklus kreatif diri sendiri *lebih tepatnya memaksa kreatif. Penasaran sama buku #1 dan #2 :D

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *